CeloteHany

penulis lepas yang menyukai darat, laut, dan langit

Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

September 12, 2017



Here we go again, menikmati liburan ke pulau ngga perlu modal besar dan persiapan banyak kok. Akhir minggu lalu saya dan rekan kerja saya mencoba untuk melakukan traveling ke Pulau Tidung. Perispan yang kami lakukan cukup mendesak, yaitu sekitar H-3 keberangkatan. Bermodal surfing di dunia internet buat nyari cara menuju pulau tidung, akhirnya saya selaku ketua kegiatan pun dapat menyelesaikan tantangan tersebut. Dengan jumlah anggota kelompok 9 orang (Maulana, Ismail, Bambang, Amri, Ilham, Adhe, Qonita, Putri, dan Saya) kami pun patungan per orang sebesar Rp.300.000.

Omline's Crew ki-ka : Boni, Ilham, Jack, Hany, Molen, Amri, Putri, Adhe, Qonita

Sesuai agenda yang telah saya susun sebelumnya, kami berkumpul di depan Masjid Al Makmur tanah abang sekitar pukul 6 pagi dengan perlengkapan dan tentunya perut yang sudah terisi dengan sarapan pagi depan kosan. Memang agak ngaret dari jadwal, tapi alhamdulillah bisa sampai di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke dengan armada Grab Car sekitar pukul 06.30 WIB. Sesampainya di jalanan menuju pelabuhan, kami turun di tengah jalan dan diarahkan oleh warga sekitar untuk masuk melalui jalan tembusan yang lumayan lebih nyaman dilalui dibandingkan jalan utama yang harus melalui kebecekan pasar pelabuhan. 

Sesampainya di pelabuhan, 2 orang rekan saya membeli tiket di loket. Harga tiket per orang menuju Pulau Tidung sebesar Rp. 50.000. Setelah mendapat tiket, kami pun bergegas mencari kapal yang akan membawa kami ke Pulau Tidung. Sebelum masuk ke kapal, kami harus mendata terlebih dahulu nama anggota di catatan keberangkatan penumpang. Singkat, hanya kolom nama, jenis kelamin, dan usia. 

Akhirnya perjalanan pun dimulai. Di awal perjalanan kami coba habiskan dengan berbincang bincang singkat, namun di tengah perjalanan ombak laut terasa lebih kuat menggoncang seisi kapal kecil tersebut. Beberapa teman saya memilih untuk menghabiskan waktu dengan tidur, beberapa yang lainnya sibuk memainkan gadget maupun kamera nya. Perjalanan menuju pulau tidung berlangsung sekitar 3 jam lamanya. Berangkat pukul 08.00 dari Muara Angke dan tiba di Pulau Tidung pukul 11.00. Walaupun ini pertama kalinya saya dan teman-teman ke pulau ini, kami tidak ambil pusing. Karena ada pepatah malu bertanya sesat dijalan. Saya selaku ketua rombongan akhirnya mencoba menanyakan kepada warga sekitar cara menuju camping ground Tidung Kecil. Kalo dari pelabuhan, coba berjalan ke arah kanan, dan lanjutkan dengan berjalan menyusuri jalan lurus beraspal melewati jembatan cinta. Agak jauh ternyata jika ditempuh dengan berjalan kaki, yaitu sekitar 2 Km. Kami pun berjalan sekitar 1 jam dan baru tiba di Pulau Tidung Kecil. 

Sesampainya di pulau tersebut, kami melapor ke petugas setempat. Bertemu dengan Mas Wildan saat itu. Setelah mengurus perizinan, kami pun pamit untuk mendirikan tenda. Untuk bisa nge-camp di pulau ini, ngga perlu khawatir, karena disini gratis dengan fasilitas yang cukup lengkap, yaitu kamar mandi, mushola, warung, dan tempat nge-charge. Disini juga ada tempat penyewaan alat snorkeling dan tentunya ada juga spot snorkelingnya ya. Sesampainya di area camping ground kami memilih untuk beristirahat dan mengisi perut-perut kosong terlebih dahulu ketimbang harus bersusah payah mendirikan tenda. Ternyata mendirikan tenda buat pemula seperti kami agak membutuhkan waktu lama, ditambah masih harus bertanya kepada orang di sekitar cara memasang frame di bagian pintu tenda. Hasilnya pun masih belum sempurna, agak miring. 

Setelah tenda selesai berdiri lumayan kokoh, kami melanjutkan agenda selanjutnya, yaitu bersnorkeling. Bermodalkan 25ribu per orang kami mendapat fasilitas kacamata snorkel, life jacket, dan kaki katak. Sebelumnya saya pernah menggunakan peralatan tersebut ketika mengambil mata kuliah di FPIK IPB, sehingga saya tidak kesulitan untuk menggunakannya. Kami menghabiskan waktu hampir 3 jam untuk melihat-lihat salah satu tempat ciptaan Allah yang keren, walaupun mungkin ngga seindah isi bawah laut Raja Ampat yang tersohor itu, ya tapi lumayan terhibur juga kok dengan sekelompok ikan-ikan kecil bercorak dan berwarna indah yang tengah berlarian diantara gugusan terumbu karang, walaupun tidak banyak. Setelah puas, kami pun bergegas kembali ke tenda untuk bersih diri dan solat ashar. 

Selanjutnya sore hari kami lanjutkan dengan menikmati sunset di jembatan cinta, sambil sebagian dari kami mencari menu bakar-bakaran nanti malam. Sayangnya hari itu kami tidak menemukan penjual ikan mentah satu pun, menurut warga sekitar saat itu memang bukan musim ikan, sehingga warga tidak ada yang menjual ikan mentah. Tidak kehabisan ide, kami pun mencari warung terdekat di Pualu Tidung Besar untuk membeli pasokan makan kami malam itu. Tidak banyak, hanya 1kg telur, sebungkus cabai, garam, dan juga kartu remi.

Malam pun tiba, agenda malam itu adalah masak-masak semua perbekalan yang kami bawa, mulai dari beras, mie, nugget, daging qurban, telur, hingga kopi, susu, teh pun kami habiskan. Ya supaya esoknya beban yang kami sedikit berkurang. Santap malam kala itu terasa sangat menyenangkan, bukan karena menunya, namun karena kebersamaan dalam makan di atas alas kertas nasi yang kami letakkan memanjang di tengah paving blok jalanan. Tanpa ragu-ragu di tengah kegelapan yang hanya ditemani cahaya bulan ditambah sorot cahaya lampu senter di hp kami pun melahap semua makanan yang terhidang, tanpa ada bekas sedikit pun.

Alhamdulillah kenyang, karena jarang-jarang bisa menikmati acara seperti ini, beberapa dari kami memutuskan untuk bermain kartu remi, termasuk saya. Sialnya permainan cangkul yang termasuk permainan mudah bagi semua orang terasa sulit bagi saya. Empat kali berturut-turut saya kalah dalam permainan tersebut. Hukuman yang saya terima pun mulai dari jongkok, berdiri setengah, berdiri, hingga berdiri dengan satu kaki pun saya telah rasakan. Entah, mungkin itu hukuman dari Allah karena melakukan perbuatan yang sia-sia (*astaghfirullah). 

Puas bermain kartu, rasanya saat itu hampir pukul 2 pagi, kami pun beranjak tidur menuju tenda masing-masing. Pagi hari nya kami pun terbangun sekitar pukul 5 pagi. Seusai solat subuh, kami pun memasak sisa bahan makanan untuk sarapan pagi, yaitu dengan telur dan mie, serta segelas dua gelas kopi pun menjadi teman kami menikmati pagi hari di pulau kala itu. Seusai sarapan, sekitar pukul 8 pagi kami berkemas merapikan semua barang dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Setelah berpamitan kepada Mas Wildan dan mengambil KTP yang kemarin dijadikan jaminan. Dan kami pun baru tahu ternyata di pulau tersebut terdapat tempat konservasi penyu juga museum paus yang belum sempat kami kunjungi. Nah buat kalian yang mau ke sini, nanti coba ke tempat ini ya. 

Seusai berpamitan, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Tudung Besar. Agenda selanjutnya adalah bermain banana boat. Di sana terdapat 2 jenis banana boat yang bisa kami nikmati, yang pertama bentuknya benar seperti pisang sedang yang satunya berbentuk bulatan. Karena penasaran, kami pun mencoba keduanya, dengan merogoh kocek sebesar 50ribu kami dapat merasakan 2 jenis permainan tersebut dengan 2 kali dijatuhkan di tengah lautan. Seru banget buat menguji adrenalin. Selepas bermain banana boat kami pun mencoba untuk bermain air di jembatan cinta. Ada satu spot menarik, yaitu lompat dari jembatan cinta yang tingginya sekitar 8 meter. Cukup mencekam memang, tapi rasa penasaran yang membuncah tidak dapat menghentikan saya untuk mencoba 2 kali meloncat dari atas jembatan. Di awal memang membutuhkan nyali yang tinggi, tapi seru banget rasanya, terlebih buat saya yang jarang melihat laut (*maklum orang Bogor). 

Puas bermain air, sampai salah satu dari kami ada yang cidera akibat tergores karang di bagian kakinya, kami pun menghentikan permainan dan bergegas membersihkan diri. Kami pun pergi menuju pelabuhan sekitar pukul 10.30 dan sampai di pelabuhan pukul 11. Langsung saja memesan tiket kapal menuju Muara Angke, ternyata harga tiket pulang lebih murah, yaitu 45ribu per orang, dibandingkan tiket berangkat, yaitu 50ribu per orang. Lama perjalanan pun sama, yaitu sekitar 3 jam. Saat perjalanan pulang kami kebagian tempat duduk di bagian dek bawah yang ada kursinya. Karena sangat lelah saya tertidur pulas hingga tiba kembali di Muara Angke, padahal menurut rekan saya ombak terasa lebih kencang ketika pulang dan mereka pun ngga bisa tidur dengan nyenyak seperti saya. 

Kapal bersandar kapten!
Bersandar sudah, tapi untuk bisa sampai ke daratan, kami membutuhkan usaha melewati sekitar 3 kapal yang sama-sama bersandar. Ditambah berdesak-desakkan, kami pun agak kesulitan kala itu. Tapi akhirnya berhasil juga sampai di daratan. Kami memilih untuk beristirahat sejenak sambil menikmati jajanan di sekitar pelabuhan. Mulai dari buah segar, es lilin, hingga tahu gejrot pun jadi pengganjal perut yang belum sempat di isi makan siang ini. Seusai itu, kami segera mencari angkutan umum untuk dapat kembali ke peradaban kami. Dan perjalanan pun berakhir disini. Terima kasih kepada semua rekan yang telah berpartisipasi dalam jalan-jalan kali ini, Happy Holiday dan back to reality!

February 8, 2015

Masjid Dian Al-Mahri
(sumber: mabrurisirampog.wordpress.com)
Actually mosque is the place for you to pray, but in this place, most of people go to there for a family vacation destination. And maybe it will make you want to take any photos in there, because of that unique, the gold dome. It’s so beautiful mosque that I have ever seen. The name of this mosque is “Dian Al-Mahri”. This mosque was built by Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid since 2001 and finish in 2006.

This mosque is located on Jalan Raya Meruyung, Limo, Depok. If you wanna go there from Bogor, you can choose to pass Bogor-Kemang-Parung-Sawangan-Depok or Bogor-Cilebut-Bojonggede-Citayam-Depok. You just need 1 hour to go there with a personal vehicle. But you can also go there with a public transportation.

August 21, 2014

Holla, well now, I want to tell you about my traveling in Center of Java J
hehe sebenernya ini adalah sebuah traveling yang tidak direncanakan sama sekali, dan tidak di budget kan untuk dilakukan.. tapi alhamdulillah ditengah kegalauan bersama seorang teman (Desy Fristanti) di kampus untuk menghabiskan waktu liburan semester genap ini..

setelah 'liburan' di Pangandaran, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Gunung Sawal (Suaka Margasatwa Gunung Sawal) untuk lokasi praktikum selanjutnya dengan 3 tipe vegetasi hutan, yaitu hutan pegunungan bawah, hutan pegunungan menengah, dan hutan tanaman.
perjalanan dari Pangandaran menuju Gunung Sawal sekitar 5 jam menggunakan truk, wah lumayan pegel juga rasanya, tapi kali ini kami nikmati perjalanan dari tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah dengan senang dan keakraban baru yang sudah terjalin saat kami di Pangandaran, hehe teman baru dengan berbagai sifat asli mereka selama di lapang :)

wah sudah lama rasanya tidak menuliskan kata dalam rangkaian kisah perjalanan,
well, kali ini saya akan sedikit menceritakan kisah selama Praktikum Pengenalan Ekosistem Hutan atau yang biasa dikenal P2EH :) yaitu sebuah praktikum lapang yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB di semester 4. pada P2EH kali ini ada 4 jalur yang digunakan, yaitu jalur Pangandaran-Gn.Sawal, Kamojang-Sancang Barat, Papandayan-Sancang Timur, dan Telaga Bodas-Sancang Timur..

July 10, 2014

Is the last day on this season in Jepara.
How amazing today ! hari ini benar2 seru bangetss! :D
Seneng bgt bisa main sama anak SD, haha

Pagi hari dengan semangat kami mandi pagi dan sekalian packing J
Sekitar jam 8 kami langsung menuju SD N Jambu 2, walau hujan turun kami tetap melanjutkan perjalanan kami, haha. Alhamdulillah hujan tidak terlalu lebat saat itu. Kaget dan senang bgt ketika melihat antusias dari para siswa yang dating menyambut kedatangan kami kali itu. Haha berasa orang penting. Setelah bertemu dengan kepala sekolah dan guru-guru, kami diarahkan langsung masuk ke dalam kelas.
Hari ini saya diajak kak Ahmad berkeliling Kota Jepara, sebuah kota di Jawa Tengah yang tersohor akan ukiran kayunya. Pagi hari kami berangkat dari rumah sekitar pukul 08.30 wib. Kami berjalan kaki hingga jalan raya, yang kenudian dilanjutkan dengan menaikki mini bus menuju kota Jepara. Sekitar 30 menit, akhirnya kami tiba di kota Jepara, pemandangan kota tidak terlalu ramai seperti di kota-kota lainnya. Jalanan disini relative sepi dan bersih dari sampah. Perjalanan kami lajutkan kembali dnegan berjalan kaki kurang lebih 15 menit menuju perpustakaan Jepara. Sepanjang perjalanan kak Ahmad selalu saj membanggakan kebersihan tempat kelahirannya ini –“ haha.
Hari ini tidak terlalu banyak kegiatan yang kami lakukan namun lumayan cukup melelahkan. Hari ini kami mulai melakukan aktivitas diluar sekitar pukul 7 pagi. Pergi ke SDN 2 Jambu untuk bertemu Ibu Titik selaku kepala sekolah di SD tersebut. Setelah maksud dan tujuan kami tersampaikan, kami pun langsung izin pulang. Selanjutnya kami pergi ke rumah bibinya kak Ahmad untuk mengambil mobil untuk melanjutkan perjalanan ke departemen kehutanan tempat kami akan mengambil bibit pohon. Sekitar 750 bibit pohon kami pindahkan dari lahan ke atas bak mobil. Awalnya kami melakukan hal tersebut bertiga, namun karena memakan waktu lama dan tenaga banyak, akhirnya kami menyewa tenaga 4 bocah siswa SMA yang tengah magang disana. Dengan biaya Rp.25.000/orang akhirnya tugas kami pun terselesaikan.
Sekitar jam 8 kami pun bergegas pergi ke kantor Dinas Kota Jepara, perjalanan lumyan jauh juga ternyata, sekitar 1 jam. Dengan mengendarai dua buah sepeda motor. Dan seperti biasa aku dibonceng olah kak Ibas. Sebenernya rada ngeri juga cz ternyata kak Ibas belum mahir naik motor kopling jadi sempet berenti ditengah jalan beberapa kali gara-gara motornya mati, dan ketika dihidupkan membutuhkan waktu sekitar 5 menit baru motor bisa berjalan normal, haha.
Hari ini ketika pertama kali menginjakkan bumi Jepara, langsung beraktivitas di siang harinya, walaupun cuaca mendung, haha. Siang ini kami melanjutkan kegiatan di dua buah pantai untuk survey lokasi penanaman mangrove, yaitu di pantai Blebak dan pantai Pailus. Dengan bermodalkan dua buah sepeda motor. Kak Ahmad dibonceng sepupunya sedangkan saya dibonceng kak Ibas. Karena memang cuaca buruk hampir diseluruh bagian Jawa, tak luput juga di Jepara ini, ombak tinggi yang menggulung ditengah laut hingga tepi pantai menjadi sepucuk sambutan selamat datang bagi kami, seakan ombak itu mengatakan “Selamat datang di Jepara!” haha.

March 17, 2014

Minggu, 16 Maret 2014. hari ini kami (saya dan 4 orang teman lainnya: Maul, Yudi, Pacil, Dita) berniat untuk melakukan perjalan ke sebuah desa kacil yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). tepatnya di Dusun Muara, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. walaupun jadwal keberangkatan kami cukup ngaret, yaitu janjian kumpul pukul 6 pagi di depan BNI, dan nyatanya baru sekitar pukul setengah 7 kami kumpul, dan baru berangkat pukul setengah 8, haha.

November 11, 2013


Setelah sekian lama lenyap dari dunia blog, akhirnya I’m come back :D
Walau sedikit berlebihan but enjoy it!^^

Kamis, 7 November 2013
Seperti pada pagi biasanya saya mengawali pagi ini, namun dengan semangat yang sedikit berbeda karena hari itu saya akan melakukan refreshing bersama teman-teman setelah seminggu lebih berkutat dengan ujian –“ memang tujuan utama perjalanan saya saat itu adalah untuk melanjutkan praktikum lapang mata kuliah Rekreasi Alam dan Ekowisata. Gua Gudawang yang berada di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor merupakan sebuah kompleks gua yang menyajikan berbagai bentukan alam kawasan karst, baik yang sudah dikembangkan maupun yang belum, yang bisa dimasuki dan bahkan tidak memungkinkan untuk dimasuki.

January 29, 2013

saat promosi IPB berlangsung

Tepatnya Rabu, 23 Januari 2013. pagi itu saya awali dengan kegiatan yang saat ini marak dilakukan oleh siswa yang baru saja lulus SMA, ketika telah memasuki jenjang perguruan tinggi, musim liburan semester 1 pasti digunakan untuk berbagai macam kegiatan promosi perguruan tinggi kepada adik-adik kelas. tentu saja, selain untuk menjelaskan bagaimana profil perguruan tinggi tersebut, saya dan teman-teman juga menjelaskan bagaimana kehidupan kampus sesungguhnya, ya semacam sharing pengalaman kepada adik kelas yang nantinya akan mengikuti jejak kita :)

Kegiatan promosi IPB kali ini tempatnya di SMA Negeri 5 Bogor atau yang lebih dikenal dengan nama "Smanli" , saya dan teman-teman pun termasuk alumni dari sekolah tersebut yang kini berkuliah di IPB. ANTZ (Ajang Nongkrong Temu Zmanli), walau terdengar agak aneh, entah sejak kapan setiap alumni Smanli yang berkuliah di IPB otomatis tergabung dalam (mungkin lebih bagus disebut..) organisasi tersebut.

ki-ka: Hany-Ismah-Fathia-Khadijah-Dian
sebagian ANTZ yg ikut promosi
Sekitar pukul 07.00 WIB, saya dan teman-teman dianjurkan untuk telah berada di Smanli, karena mau ada briefing terlebih dahulu. dan sekitar pukul 09.00 WIB, acara promosi ke kelas-kelas pun dimulai. selain dari IPB, banyak juga universitas-universitas lain yang juga melakukan kegiatan promosi pada waktu yang sama, sehingga bergantian masuk kelas kami lakukan agar kegiatan dapat berjalan dengan efektif dan lancar. Alhamdulillah, sekitar pukul 12.00 WIB acara promosi berakhir dengan berbagai macam antusias yang tergambar dari mimik adik kelas yang nantinya akan melanjutkan perjalanan saya dan teman-teman untuk berkuliah di perguruan tinggi yang mereka mau.

ki-ka: Tile-Najmah-Hany-Dian-Dita
di kantin Smanli
Seusai promosi, saya dan teman-teman memutuskan untuk makan siang di kantin Smanli. dengan memesan makanan paling khas di tempat tersebut "bakso Mas Bas" dan segelas es teh manis berhasil mengisi perut-perut kami yang kosong tadi. sekilas ingatan ketika masih menjadi seorang siswa di Smanli kembali membayang, kenangan ketika saya dan teman-teman harus rela mengantri dan berebut tempat duduk di dalam kantin, karena suasana saat jam istirahat yang tentu saja dipenuhi oleh siswa-siswa. semua itu tinggal menjadi kenangan masa putih abu yang akan selalu membekas :)

Siang itu, setelah memutuskan untuk solat zuhur terlebih dahulu di masjid Smanli, saya akhirnya berangkat menuju BTM, untuk bertemu dengan dua orang teman saya, Najmah dan Rohmah (Tile). kami berencana untuk melakukan wisata kuliner yang tempatnya sebelumnya sudah dijadwalkan oleh Najmah. namun sebelumnya kami sudah bersepakat untuk patungan dan berbagi setiap makanan yang kami beli nanti (wisata kuliner ala mahasiswa).

ramen 37rb
Setelah membeli bekal sebotol air mineral, kami langsung menuju tempat tujuan pertama, Daiji Ramen Express. perjalanan menuju tempat tersebut agak terhambat karena hujan mulai membasahi Kota Bogor siang itu. setelah bergantian naik motor dengan Tile sebagai "tukang ojek" cantiknya, kami sampai juga.  walaupun hanya Najmah yang membeli 1 porsi ramen seharga 37rb tapi kami meminta 3 buah garpu untuk menemani santap ramen kali itu. seenak apapun rasa ramen menurut orang, tapi menurut saya masih lebih enak mie rebus + telor + cabe rawit, hehe.

siomay 12rb
Tempat selanjutnya adalah Siomay di daerah Pengadilan depan Apotek Sehat. bergantian naik motor kami lakukan untuk menghemat ongkos saat itu, hehe. setelah sampai, dengan mantap kami memesan satu porsi siomay (4rb@siomay) berisi 3 buah siomay panas yang dipotong-potong dan ditambah bumbu kacang yang siap menggoyang lidah kami saat itu. seperti biasa, meminta sendok tambahan adalah tugas si Tile. karena keunikan kami tersebut, sempat kami ditertawai tukang Bakpau yang berdagang disebelah tukang Siomay tersebut, dengan membuang rasa malu, dengan PDnya kami menyantap sepiring siomay bertiga hingga suapan terakhir.
Kebetulan disekitar situ masih banyak penjaja makanan yang lain, sehingga muncul niat untuk mencoba semuannya. alhasil kami akhirnya membeli 4 buah kue ape seharga 3rb, satu buah bakpau seharga 6rb, dan semangkok wedang ronde seharga 7rb sekaligus menemani kami menunggu hujan gerimis yang mulai reda. "baru kali ini neng, saya nemuin konsumen yang minta sendoknya tiga, kreatif banget ini", puji atau malah sindiran beriring tawa dari si Tukang Wedang Ronde yang mungkin bingung dengan tingkah kami tersebut. dari kata-kata tukang wedang tersebut kami malah menjadi merasa bangga dengan keunikan kami tersebut :)
kue ape 3rb - bakpau 6rb
wedang ronde 7rb

kue coklat 17rb
Karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 17.00 WIB, saya awalnya memutuskan untuk berpisah dengan Najmah dan Tile, dan tidak ikut ke tempat tujuan akhir. namun setelah dirayu beberapa kali akhirnya kami pergi ke tempat tujuan akhir wisata kuliner saat itu, yaitu semacam toko kue yang berada di daerah Taman Kencana, d'Fla. niat awal kami yang membeli tiramisu gagal karena kue tersebut hanya tersedia dalam porsi besar. akhirnya Najmah membeli kue coklat yang harganya sangat sesuai dengan rasanya. walau hanya mendapat sepotong kue dengan harga 17rb, derai tawa tetap mengalir kala itu mengingat-ingat lagi kegiatan kami hari itu. seru, senang, dan sedikit letih mengakhiri wisata kuliner kami saat itu.

melakukan pengalaman bersama teman, mengajarkan kami akan arti berbagi dan kebersamaan, rasa itulah yang nantinya akan tetap terkenang ketika mungkin setahun, dua tahun, dan tahun-tahun berikutnya ketika kami dipertemukan lagi nanti. dan diberi kesempatan oleh Allah untuk mengenang masa-masa itu... :)

ki-ka: Najmah-Tile-Hany
depan apotek Sehat
ki-ka: Tile-Najmah
makan ramen
ki-ka: Najmah-Tile
makan wedang ronde
ki-ka: Hany-Tile
makan kue coklat
ki-ka: Najmah-Hany-Tile
di d'Fla