CeloteHany

penulis lepas yang menyukai darat, laut, dan langit

Showing posts with label abstract's poetry. Show all posts
Showing posts with label abstract's poetry. Show all posts

January 22, 2014

Thanks to Allah, 
You have made my days in the last year to the days that are not boring, full of stories and laughter, 
thank You for bringing me to the people who I love, 
thank You for allowing them to coloring my life, 
thank You for giving me a good mother, a responsible father, brothers and sisters who love each other, 
thank You for bring me into the world and be part of this happy family,
thank You for allowing me to feel the warmth of this family, 
thank You for teaching me to be a better person, 
Thank You Allah, for all you've given to me, 
Ya Allah, I hope You still let me love them because of You,
aamiin..
letih, peluh, kesah semua satu
hei Bung, ini sama saja bukan
bau ketek, tetes iler sama
angkuhmu tiada guna
berkacak layaknya kau orang suci
peduli apa kau dengan jelata itu
remehkah?hinakah?
hei Bung, kau ini perampas!
hidup ditengah gemerlap
sedangkan mereka ditengah gelap
uangmu itu keringat mereka
tetap saja kau angkuhkan segala
hei Bung, diujung nanti semua sama
berbaur kembali dengan tanah
disini kau boleh bahagia
tapi diakhir, sengsara kau rasa
beruntung Tuhan kita Maha Pemaaf
semoga kau sadar, Bung

September 24, 2013

rasanya hal itu baru kemarin
semua itu masih disini kemarin
rasa, bau, warna membekas seperti kemarin
cinta, sayang, kasih semua sama kemarin
semua berjalan indah kemarin
kemarin, semoga esok masih sama

June 27, 2013

ada apa?
kenapa selalu langit?
apa yang sedang kau lihat?
awankah?
mataharikah?
atau mungkin bulan dan bintang?
kenapa selalu langit?

June 15, 2013

awal itu entah ku darimana
satupun tak tahu nama
tas besar bekal ku dari kampung
segenggam doa tersimpan dari orangtua
sekaligus menagih janjiku di satu tahun
awal itu rasanya asing
dia darimana ku darimana
indonesia ini luas bung
bukan hanya satu langkah
tapi itulah yang menarik kita jadi satu
awal bertemu malu-malu
tapi kini semua itu satu
tapi itupun kini akhir atau bukan


A4 lorong 2A kamar 205

kelas TPB P14-Copas

May 12, 2013

yang satu ini itu bukan
lagi kakiku menyibak ini
tapi ini memang bukan
kuyakini untuk melihat itu
tapi itupun bukan
berdiri tegar ini
menahan sakit itu
tetap saja bukan ini itu

April 13, 2013

menjelajah jauh, bukan kesana
berdiri tegak, bukan melemah
duduk terdiam, bukan melayang
seakan menelanjangi memori itu
berusaha kuat, bukan menantang
berlari terus, bukan menghilang
entahlah..
bukan masalah sudah
ini asa atau realita dalam dunia
berpikir sejenak, jauh tak terlihat
entah dia, atau mungkin anda
bukan masalah sudah
menggali sisa kesepian masa
berharap jauh, tapi tetap terlihat
hadir lagi menghilang
cukuplah ini masalah

January 19, 2013

mimpi dan impian
sekilas kedua kata itu bermakna sama
namun sebenarnya berbeda
sangat sangat berbeda
ibarat khayalan dan kenyataan
mimpi hanyalah sebagian kecil dari khayalan kita
atau mungkin lebih pantas kita kenal dengan bunga tidur
tak pernah nyata, tak pernah ada
lain halnya dengan impian
ketika kita pastikan impian tersebut
jangan lepas dari pandangan
sekalipun itu sulit untuk menjadi nyata
tapi usaha, doa, dan berserah kepada-Nya
bisa merubah impian menjadi kenyataan
kenyataan yang sangat kita inginkan
kecil, muda, dewasa
impian-impian itulah yang terus menentukan seperti apa kita
menuntun perjalanan hidup menuju asa
asa pasti untuk terus mencari ridho-Nya

January 18, 2013

pertiwiku..
apa gerangan yang kini membuatmu begitu membenciku?
apakah kearifanku yang kini tak lagi kau lihat?
atau mungkin gelora hijau "go green" ku yang hanya sekedar pemanis kampanye?
ataukah amanah-Nya untuk menjadikan lestarimu tak ku lakukan?
pertiwiku..
ampunku pada-Nya tak mampu lagi membendung kebencianmu
kebencian melihat manusia-manusia yang semaunya berlaku
membuang sampah layaknya orang gila yang tak tau malu
serampangan dalam membabat hutan-hutanmu yang hijau dulu
pertiwiku..
kalaukah kau membenciku..
janganlah benci anak-anak polos yang belum mengerti arti hidup
jangan pula wanita lelaki renta yang dulu selalu menjagamu
pertiwiku..
biarlah aku, generasi mudamu yang tak tau malu ini yang kau benci
bencilah aku generasi mudamu yang tak punya api membara menyelamatkanmu
tapi tolong pertiwiku
jagalah mereka manusia-manusia yang tak berdosa ini
sayangilah orangtuaku selagi kau membenciku
pertiwiku, kuharap bencimu hanya padaku
maaf..

December 28, 2012

daun itu jatuh lagi meninggalkan batangnya yang kini gersang
menyisakan memori akan kelamnya dunia tanpa mentari
nyawa pohon itu kini pergi mencari sendu yang baru
raga yang tak bernyawa menyiratkan kepedihan akan si pohon
dulu daunlah yang menemani hari-hari tanpa bunga yang mekar
menemani kala bakal itu belum manjadi buah
tapi yang kulihat pohon itu belajar tegar
walau hanya berbekal air tanah yang becek enggan berbagi
walau sesenyap jangkrik terkadang hinggap menyapa
ya, satu yang pohon itu maknai
hidup akan terasa lebih indah ketika semua itu disyukuri

December 25, 2012

sial..orang itu lagi..
kusudutkan badan ke samping gang sempit yang kelam
mencoba mencari cara untuk sembunyi
kualihkan pandangan menerawang kesekitar alam
mencari sosok yang sedaritadi membuntuti derapku
tiba-tiba...
dia tepat di depan otakku
ayalku untuk berlari sejauh mungkin pupus
tatapan tajam itu langsung menusuk selaput bola mata ini
merobek mencari hasrat dalam imajinasi
baru ku sadari..
sedari tadi ku terlelap dalam fantasi
yang memang kuciptakan setelah menonton film di layar kaca

December 23, 2012

sore itu disenja hujan turun..
ah lagi-lagi bayang itu kembali menyeruak ruang di otak kananku
mencoba menyelusup ke dalam imajinasi akan masa lalu
ku tarik napas panjang bermaksud membuyarkan lamunan akan sosok itu
satu..dua..tiga..
kuulangi lagi tapi tetap tak bisa
ya bayang-bayang yang seolah menempel mengikuti aliran darah
sosok itu kembali lagi..
sudah kuputuskan melanjutkan hari ini
kembali ke dunia nyata menikmati sisa hidup ini..